Thursday, October 15, 2009

Kerja Keras Adalah Energi Kita... PERTAMINA

Melihat sebuah iklan PERTAMINA BLOG CONTEST di Facebook, lalu terlintas sedikit unek-unek saya mengenai pelayanan PERTAMINA. Sebenarnya tidak bisa juga dikatakan kesalahan PERTAMINA sepenuhnya, karena ini adalah ulah dari beberapa rekanan PERTAMINA yaitu SPBU.

Begini ceritanya, sebagai pengguna kendaraan bermotor tentunya saya memerlukan Bahan Bakar Bensin terutama jenis Premium. Sebenarnya sih saya paling males kalau disuruh isi bensin, terutama kalau antri sih... Heee...

Suatu ketika saya sedang mengisi bensin di sebuah SPBU, waktu itu saya isi 10 ribu. Mulailah dilayani oleh petugasnya yang menurut saya kurang ramah dan kurang komunikatif terhadap pelanggan itu. Baru beberapa detik, tiba2 petugasnya mengatakan "sudah mba"... Saya Kaget, masak sih cepat sekali, sudah begitu saya tidak dapat melihat meterannya tadi sudah sampai angka 10 ribu belum, karena langsung dinetralkan oleh petugas yang lainnya. Hmmm... ada yang aneh, batin saya.... Sepertinya ada oknum2 tertentu di SPBU tersebut yang melakukan kecurangan. Yaaa... tapi mau bagaimana lagi, anggap saja belum rejeki saya tow... Heee...

Semenjak itu saya jadi Kapok mengisi bensin di SPBU yang tidak berlogo PASTI PAS, sudah trauma dicurangi sih.

Harapan saya, kalau bisa smua SPBU itu diberikan standar minimal kepemilikan, seperti semua punya logo PASTI PAS, sehingga kepercayaan kami sebagai pengguna itu dapat terjaga baik. Tentunya PERTAMINA-lah yang akan dirugikan apabila ada oknum2 yang melakukan kecurangan. Jadi sudah seharusnya pihak PERTAMINA yang melakukan pengawasan dan tindakan tegas,tentunya dengan bantuan laporan dari masyarakat.

Katanya Kerja Keras Adalah Energi Kita, tapi kerja keras kita dinodai oleh beberapa oknum sehingga kepercayaan masyarakat berkurang dan akhirnya merugikan kita semua Bangsa Indonesia.

Kerja Keras kita seharusnya digantikan oleh KEPERCAYAAN, karena Kepercayaan adalah kunci utama Kesuksesan.

Sukses selalu untuk PERTAMINA... ^_^


Tuesday, September 15, 2009

PeNeRiMaaN CPNS 2009

Lowongan CPNS tahun 2009 yang ditunggu-tunggu sudah datang nie...
Manfaatkan sebaik-baiknya yaw...

Semoga sukses slaluw buat teman2...
SeMaNGaaaTTT... ^_^


BASARNAS
PU
DEPDAG
BAPPENAS
DEPHUB
DEPHUT
KEJAGUNG
BMG
BKN
POLRI
DIKTI
DEPKUMHAM
ESDM
DEPDIKNAS
DEPNAKERTRANS
SEKRETARIAT NEGARA
BPOM
DEPTAN
BAPETEN
BATAN
LAPAN
MENKOKESRA
MENRISTEK
MENPERA
BPPT
DEPKES
DEPAG
BPK
PT. KeReTa aPi
BSN
KoMiSi YuDiSiaL
aRSiP NaSioNaL
MaHKaMaH aGuNG
DePBuDPaR
KPU
BaNK iNDoNeSia

CPNS YoGYaKaRTa
PeMPRoV
PeMKoT
SLeMaN
BaNTuL
GuNuNG KiDuL
KuLoN PRoGo

CPNS JaTeNG

Tuesday, July 14, 2009

Tiga Jalur Pengadaan PNS Tahun 2009

Selasa, 14 Juli 2009

Pengadaan pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2009 dilakukan melalui 3 jalur, yakni jalur honorer, Sekretaris Desa, dan pelamar umum. Demikian Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Taufiq Effendi dalam pengarahannya pada Rakor Pengadaan PNS Tahun 2009, di Jakarta, Selasa (14/7).

Dijelaskan, untuk tenaga honorer, tahun 2009 ini akan disediakan formasi sebanyak 78.576. Jumlah itu merupakan pemenuhan penyelesaian tenaga honorer yang telah diangkat sejak tahun 2005 – 2008, yang jumlahnya sudah mencapai 837.312. ”Dengan demikian masalah tenaga honorer selesai tahun 2009 ini,” ujarnya.

Sedangkan untuk Sekretaris Desa, lanjut Menteri, tahun 2009 ini formasinya ditetapkan 9.927. Jumlah itu juga merupakan pemenuhan formasi yang telah diisi sejak 2005 – 2008 sebanyak 36.094.

Lebih lanjut dikatakan, dari jalur pelamar umum, secara nasional diprioritaskan untuk memenuhi kekurangan tenaga kependidikan, kesehatan, dan tenaga teknis yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja dengan maksud mengurangi kemiskinan dan pengangguran.

Tenaga dimaksud antara lain penyuluh pertanian, penyuluh KB, tenaga penegakan hukum (jaksa dan hakim), tenaga teknis dalam rangka memenuhi standar internasional, instruktur pelatihan. ”Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan pegawai pada daerah-daerah pemekaran dan perbatasan,” tambah Menteri.

Menpan menekankan, proses pengadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus dilakukan dengan benar sehingga jumlah dan komposisi di masing-masing unit kerja dapat sesuai dengan kebutuhan untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan organiasi secara efisien dan efektif.

Untuk mewujudkan hal itu, maka usulan formasi harus didasarkan pada analisis kebutuhan riil organisasi dan beban kerja serta analisis kekuatan riil pegawai. Selain itu, pelaksanaan pengadaan PNS harus berdasarkan prinsip transparansi, obyektif, tidak diskriminatif dan akuntabel guna mendapatkan PNS yang kompeten sesuai tugas-tugas jabatan. Dalam menjaring putra-putri terbaik bangsa agar melalui iklan secara luas, dan pelaksanaannya tepat waktu sesuai siklus anggaran.

Menteri juga menekankan agar instansi pemerintah membangun sistem pengolahan formasi dengan menggunakan teknologi informasi berupa aplikasi database formasi yang dapat mempercepat proses usulan, sehingga dapat mewujudkan kecepatan dalam pengolahan formasi sebagai usul dapat segera disampaikan.

Sesuai dengan amanat PP No. 48/2005 jo PP No. 43/2007 dan PP No. 45/2007, Menpan menegaskan perlunya segera diselesaikan pemberkasan terhadap tenaga honorer dan sekretaris desa yang belum diselesaikan pada tahun 2009.

Deputi SDM Aparatur Kementerian Negara PAN, Ramli E. Naibaho ketika menutup Rakor antara lain mengatakan, pengadaan OPNS harus tetap dilaksanakan berdasarkan prinsip transparansi, yakni diumumkan secara luas melalui media massa. Selain itu juga tidak diskriminatif, yaitu tidak membedakan suku, agama, asal, ras dan lainnya. Juga harus obyektif, di mana hasil ujian diolah dengan komputer tanpa internvensi manusia, dan diselenggarakan bekerjasama dnegan perguruan tinggi negeri, bebas KKN. (HUMAS MENPAN)

Sumber : www.menpan.go.id