Wednesday, May 23, 2012

BaCKPaCKeR Ke BRoMo


Setelah sekian lama memendam asa untuk wisata ke Bromo, alhamdulillah disela libur cuti bersama 18-19 Mei 2012 terkabul juga kenginanQ ke Bromo ditemani oleh Trio RSJG mba Dewi n mba Nana... ^^ Perjalanan kali ini sepakat kami lakukan secara minimalis alias low budget dengan style Backpacker... :D
Dengan berbekal informasi dari Internet serta pengalaman dari salah satu kawan personel The Gembelers Maz Dani, kami menghubungi Iwan seorang pemuda asal Probolinggo yang bekerja di Nirwana Tour & Travel. Berkat Iwan lah kami meyakinkan diri untuk nekat ke Bromo, dia yang mengatur perjalanan kami dari Probolinggo ke Bromo PP, mulai dari transport ke/dari Bromo, Jeep dan homestay.

Day 1
17 Mei 2012 pukul 16.00 WIB Q diantar Bapak ke kost mba Dewi yang baru saja pulang dari ngantor, kalo Q mah ambil libur aja... Xixixiii... Kemudian Q mbonceng mba Dewi yang memacu motornya dengan kencang menuju ke Terminal Giwangan, sembari sms mba Nana agar segera berangkat dari rumahnya. Pukul 16.30 WIB kami berkumpul di Terminal Giwangan, menuju Pemberhentian Bus Patas ke Surabaya dengan membayar Karcis Peron Rp. 500,-/orang. Sesampai di Pemberhentian kami saling memandang satu sama lain "Piye meh numpak Bus opo iki?" "hmmm, golek lungguh sek wae yuk!, disana sudah ada Bus Sumber Rahayu dan Mira. Untuk menuju terminal Probolinggo dari Jogja ada 2 Bus : Patas AKAS ASRI dan AKAS Mila non AC, tapi sayangnya hari itu AKAS ASRI sedang tidak beroperasi karena armada sedang dalam perbaikan. Lalu kami mencoba menunggu penampakan AKAS MILA, #Krik busnya ga ada AC dan penuh sehingga kami memutuskan untuk menunggu bus ke Surabaya baru ke Probolinggo. Belum selesai disitu kami masih bermusyawarah apakah mau naek Bus MIRA atau EKA, dikarenakan EKA hanya 2 kursi saja maka kami sepakat naik MIRA yang ada 3 kursi (We won`t separated). Tepat pukul 18.30 WIB Bus Mira yang kami pilih berangkat menuju Surabaya dengan biaya 38 ribu tanpa transit makan. Untung kedua mbaQ ini sudah sedia Roti, jadi lumayan lah bisa mengganjal perut selama dalam perjalanan. Heheee...

Day 2
18 Mei 2012 pukul 03.30 WIB bus kami tiba di Terminal Bungurasih/Purabaya Surabaya. Kami istirahat sejenak di Musholla Terminal kemudian Q dan mba Nana yang notabene Chocolate Lovers, membeli Hot Chocolate di Dunkin Donuts sebelum melanjutkan perjalanan ke Probolinggo. Kami belum tahu Bus apa saja yang menuju ke Probolinggo, sehingga kami bertanya ke Bagian Informasi. "Bus Patas dah habis mba, adanya Bus Restu yang ekonomi non AC" kata petugas. Wah ya sudahlah kami bergegas mencari Bus Restu  yang ternyata sudah lumayan penuh. Tepat pukul 04.00 WIB Bus Restu berangkat menuju Probolinggo, dengan tarif 15 ribu saja. Dalam perjalanan menuju Probolinggo, kami disuguhi pemandangan indah Gunung Bromo dan Semeru di sepanjang Pasuruan dan sunrise pertama yang kami rencanakan di Bromo tapi terlewatkan karena tidak beroperasinya AKAS ASRI.
Pukul 06.30 WIB bus Restu tiba juga di Terminal Bayuangga Probolinggo, kemudian kami berjalan kira2 200 meter menuju kantor Nirwana Tour & Travel. Untuk menuju Bromo kita bisa menggunakan Angkutan umum tapi beroperasinya tidak tentu, tergantung banyaknya penumpang dan menghabiskan banyak waktu karena sering ngetem. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memilih jasa travel dari Iwan yang tarifnya 300rb/mobil sekali antar, alhamdulillah-nya pada saat itu kami beruntung karena ada travel yang akan menjemput tamu di Bromo, jadi kami bisa nebeng dengan membayar 50rb/orang.
Pukul 07.30 WIB Elf Hijau membawa kami menuju Bromo, sungguh perjalanan yang mengasyikkan. Pemandangan hutan, perbukitan, lembah dan jurang terhampar indah dalam perjalanan menanjak menuju Pegunungan Bromo, yaaa pantas saja mahal karena memang jalanan yang dilalui menanjak, sempit dan berliku hampir selama 2 jam. Sampai akhirnya kami tiba di Sion View Hotel, disana Iwan menelfon kami apakah ingin menginap di Sion View Hotel atau di Homestay dusun Cemoro Lawang, serentak kami memilih Homestay yang letaknya di Cemoro Lawang, dusun terdekat dengan Bromo. Kemudian kami lanjutkan lagi perjalanan menuju Homestay, kira2 15 menit dari Sion View Hotel.
Pukul 09.30 WIB kami sampai di Cemoro Lawang dan bertemu Iwan untuk pertama dan terakhir kalinya. Lalu Iwan mengantar kami ke Homestay "Cahyo Abadi" untuk check in dengan biaya 200rb/malam, ya lumayan ruangan sekamar dengan double bed, single bed dan kamar mandi dalam tanpa Air Hangat, yang penting nyaman buat istirahat. Kami beres2 barang bawaan di kamar mungil yang dingin itu, dan terkejut dengan air di kamar mandi yang amat sangat dingin sekali itu. Wow, serasa tinggal di kulkas nie... Wkwkwk... Kemudian kami bergegas untuk jalan2 ke taman dimana kita bisa melihat Bromo dan hamparan pasirnya dari atas. Puas kami foto2 tak terasa perut mulai kelaparan dan kami pun mencari makan, banyak warung makan yang menjual makanan seperti nasi goreng, mie, sate, sop, dsb yang harga rata2nya 10-20 ribu. Kenyang setelah menyantap nasi goreng, rasanya mata lengket sekali yaaa biasalah penyakit habis kenyang kan ngantuk... heee... dan kami kembali ke homestay untuk tidur siang. Tak terasa kami bertiga tidur lumayan lama dan sangat nyenyak sekali, mungkin karena cuacanya cocok buat selimutan kali yaaa... Kami mau ga mau harus mandi dengan air yang dingin sekali, sebelum menikmati senja di kawasan Cemoro Lawang. Wow, pemandangan dari desa Cemoro Lawang memang sangat indah, baik pemandangan lembah2 arah Probolinggo yang bisa dilihat dari Homestay, maupun pemandangan Gunung Bromo dari Lava View. Senja di Bromo pun berlalu, saatnya membeli pop mie untuk sarapan besok pagi dan makan malam.

Day 3
19 Mei 2o12 Pukul 02.30 WIB alarm HP membangunkan kami, untuk bersiap2 melihat Sunrise di Penanjakan bersama rombongan mba Indri dari Jakarta yang baru saja sampai di Sion View Hotel jam 02.00 WIB. Setelah menikmati Pop Mie, minuman hangat dan sedikit camilan, akhirnya rombongan mba Indri sampai di depan Homestay untuk menjemput kami. Bersama jeep merah N 1401 NP yang dikendarai Fandi (temen SMP Iwan) pukul 04.00 WIB kami bertujuh berangkat ke Penanjakan bergabung dengan antrian jeep2 wisatawan lainnya. Belum lama kami keluar dari antrian kendaraan, Fandi memarkir Jeep Merahnya di tepi jalan dan membuka Kap jeepnya. Ssssssss munculah suara mendesis dan asap dari balik Kap jeep, karena kebocoran di kabel karburator. Dengan wajah yang cemas kami kawatir akan terlambat melihat Sunrise, salah satu dari kami teriak ke Fandi "Jangan lama2 mas, keburu sunrise nie". Beberapa saat kemudian Fandi menutup Kap Jeepnya dan melanjutkan perjalanan turun ke Hamparan Pasir. Sampai di tengah2 hamparan pasir Jeep Merah mulai berdesis lagi, dan kami terpaksa GAGAL ke Penanjakan, Bukit tertinggi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger ini. Kami sangat kecewa, lalu mencoba menghubungi Iwan untuk mengirim Jeep lain tapi Nihil sudah tidak ada lagi Jeep yang tersisa katanya. Dengan wajah bersalah, Fandi menawarkan pada kami untuk melihat Sunrise dari Puncak Bromo dengan naik Kuda. Wkekeke disinilah peristiwa yang gempar terjadi, hanya Q yang bersedia naek kuda, temen2 takut karena belum pernah naek kuda sebelumnya. Tapi akhirnya mereka mau juga naik kuda yang disewa seharga 80 ribu/ekor itu, daripada ga dapat sunrise kata mereka. Xixixiii...
Setelah 5 menit menunggangi kuda melewati turunan dan tanjakan, tibalah kami di depan tangga menuju Puncak Bromo. "Leo" nama kuda sewaanQ dengan pemiliknya Pak Purwoto Q tinggalkan untuk menapaki 150 buah anak tangga Bromo itu. Ngos ngos, lelah nafas ini menapaki satu demi satu anak tangga, udara yang sangat dingin menusuk, akhirnya Q berhasil mencapai puncak menyusul mba Dewi yang sudah lebih dulu di Puncak. Yaaaaay, Q Bisaaaa...
Pukul 06.00 WIB kami bertujuh bersama wisatawan lainnya menanti Sunrise yang tak cerah karena tertutup awan dan mulai berfoto2 bersama. Hahaaaah... Kawah Bromo yang menganga pasca letusannya beberapa bulan lalu meninggalkan kepucatan di sekitar lerengnya, hanya Gunung Bathok disampingnya yang terlihat gagah berwarna Hijau diantara hamparan pasir abu2. Setelah puas kami menikmati pemandangan dari atas Puncak Bromo, kami menuruni 15o anak tangga menuju kuda2 kami yang setia menanti sejak subuh tadi. 


Bersama Leo dan Pak Purwoko Q turun menuju Pura untuk bergabung dengan teman2, Q meminta Pak Purwoko untuk menyiapkan tali agar Q bisa mengendarai Leo tanpa ia tuntun, heheee hamparan pasir yang tak rata membuat Q tak nyaman duduk di pelana si Leo yang melangkah tak beraturan. Setelah sesi foto2 kami bersama kuda di depan Pura, kami kembali ke Jeep Merah yang malang. :(

Kami diantar Fandi dengan Jeep merahnya menuju Savana dan Bukit Teletubbies kemudian Pasir Berbisik sampai kami puas berfoto2 dan menikmati pemandangannya. Q pun tak lupa mencoba sensasi mengendarai Jeep merah itu di padang pasir. Heheee... Hari sudah siang dan matahari pun mulai terik, kami pulang menuju Homestay untuk langsung check out sekalian turun ke Sion Hotel View bersama rombongan mba Indri. Pukul 10.30 WIB kami bertujuh turun dari Sion View Hotel dengan travel menuju Probolinggo, rombongan Q, mba Dewi dan mba Nana turun di Terminal Bayuangga dan rombongan mba Indri menuju Nirwana Tour & Travel berganti mobil untuk melanjutkan perjalanan wisata mereka ke Malang.
Pukul 11.45 WIB kami menuju Surabaya dengan Bus Patas MILA bertarif 23 ribu dan sampai di Terminal Purabaya Surabaya pada pukul 14.30 WIB. Setelah istirahat makan kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jogja via Bus Patas EKA pada pukul 15.20 WIB dengan tarif 63 ribu termasuk makan di tempat transit RM Duta Ngawi. Dan pukul 23.30 WIB kami tiba di Jogja tercinta dengan membawa kenangan akan kebersamaan kami di Bromo... Alhamdulillah... :)

Sekian sekelumit cerita dari Q tentang perjalanan menuju Bromo, negeri di atas awan. Mohon maaf bila ada salah kata, lafal, dsb yang tidak Q sengaja.

Rincian biaya :
- Parkir Inap motor Terminal Giwangan Jogja  Rp      4.ooo,-
- Tiket Peron Terminal Giwangan Jogja               Rp          5oo,-
- Bus MIRA Jogja-Surabaya                                      Rp   38.000,-
- Bus RESTU Surabaya-Probolinggo                      Rp   15.000,-
- Travel Elf Probolinggo-Bromo 300rb                 Rp  50.000,-
- Homestay 200 ribu/malam                                   Rp   67.000,-
- Jeep full tour package 650 ribu/jeep                  Rp  93.000,-
- Sewa Kuda                                                                       Rp  80.000,-
- Bus MILA Probolinggo-Surabaya                         Rp  23.000,-
- Bus Patas EKA Surabaya-Jogja                              Rp  63.000,-  +
                                                                                 
          TOTAL                                                                     Rp 433.500,-

Total biaya akomodasi Q Rp 433.500,- belum termasuk makan

Semoga bermanfaat... Amin... :)


5 comments:

  1. katanya g suka baca, kok malah nulis cerita. (ngutip komen dari blognya dani)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heee... KLo LaGi SeMaNGaT BiSa NuLiS MaZ aDi... TaPi TeTeP Ga SuKa BaCa... :D

      Delete
  2. seru juga ya kayaknya di bromo, pengen kesana kapan2

    ReplyDelete

TeRiMa KaSiH YaW BWaT CoMMeNTNYa